Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat harga cabai rawit merah tembus Rp72.500 per kg dan telur ayam ras Rp31.500 per kg pada Sabtu (7/2/2026), tren kenaikan yang bebankan konsumen jelang musim panen.
Tren Harga Terkini
Cabai rawit merah naik dari Rp68.850/kg (5/2) ke Rp76.400/kg (6/2) di tingkat eceran nasional, dipicu cuaca ekstrem kurangi pasokan dari Jawa Tengah dan Sumatera, sementara bawang merah stabil Rp50.350/kg.
Telur ayam ras fluktuatif di Rp31.500/kg, turun tipis dari Rp33.850/kg meski permintaan Imlek naik, sementara daging ayam Rp41.100/kg dan sapi Rp141.750/kg tetap tinggi akibat biaya pakan import.
Di Jawa11, dinamika ini ironis: stok aman kata Mentan, tapi distribusi macet bikin harga Jakarta-DIY tembus rekor, soroti ketimpangan produsen-petani vs pedagang.
Penyebab Kenaikan
Faktor utama: La Nina bikin banjir panen gagal cabai (turun 20% YoY), biaya logistik naik 15% pasca-banjir Jatim, plus hoarding spekulan manfaatkan panic buying masyarakat urban.
Telur stabiler berkat program ayam ras petelur Bulog, tapi rawan jika pakan jagung terganggu impor AS-China trade war; kritik: stabilisasi harga sering reaktif, bukan preventif via green house.
Inflasi pangan inti 0,4% MoM (Februari) tekan daya beli MBR, walau BPS klaim stabil—data PIHPS justru tunjuk volatilitas cabai 30% dalam seminggu.
Respons Pemerintah dan Dampak
Satgas Pangan Saber Hoaks imbau pantau panelharga.badanpangan.go.id, siapkan intervensi Cadangan Beras Pemerintah jika cabai >Rp80.000/kg, tapi efektivitasnya diragukan tanpa sanksi kartel.
Bagi rumah tangga, pengganti cabai hijau (Rp48.950/kg) atau olah kemasan jadi solusi sementara, meski nutrisi turun; petani untung sementara, tapi rawan rugi saat overproduksi.
Krisis ini alarm: ketahanan pangan Prabowo butuh diversifikasi varietas tahan iklim, bukan subsidi sementara yang kerap bocor ke tengkulak.